Restouran
Restourant Youga "Restoran Yougwa terletak di tepi Danau Sentani, Jayapura. Diberi nama Yougwa, karena di dekat sana terdapat teluk bernama Yougwa".
Tugu Peringatan Masuknya Injil Di Kota Jayapura
Foto : Tugu Peringatan Masuknya Injil di Pulau Metu Debi di Enggros Port Numbay.
Danau Sentani
Danau Sentani di Jayapura, Papua terletak antara 20.33 hingga 2041 LS dan 1400.23 sampai 1400 38 BT. Berada 70 – 90 m diatas permukaan laut. Terletak juga diantara pegunungan Cyclops. Merupakan danau Vulkanik. Sumber airnya berasal dari 14 sungai besar dan kecil dengan satu muara sungai, Jaifuri Puay.
Kajian Penyempurnaan Modul CIO dan Budaya Dokumentasi
Perlu kita ketahui bersama salah satu tugas penting Kementerian Komunikasi dan Informatika saat ini adalah mengawal pelaksanaan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2003 tentang Strategi dan Kebijakan Nasional Pengembangan e-Government di Indonesia, UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Puslitbang Literasi dan Profesi SDM Kominfo sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) "Kajian Penyempurnaan Modul CIO dan Budaya Dokumentasi", dengan tujuan mengevaluasi modul bimbingan teknis (Bimtek) CIO dan Budaya Dokumentasi tahun 2011. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Saphir Yogyakarta pada tanggal 1 s/d 3 Februari 2012.
Dalam Laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Kepala Puslitbang Literasi dan Profesi SDM Kominfo, Prof. Dr. Gati Gayatri, MA, kegiatan ini bertujuan bertujuan mengevaluasi materi Modul Bimbingan Teknis (Bimtek) CIO dan Budaya Dokumentasi yang telah diimplementasikan sejak tahun 2011. Hasil penyempurnaan modul akan digunakan dalam penyelenggaraan bimtek tahun 2012. Akan dibahas juga isu tentang kelembagaan CIO yang sudah dipertanyakan berbagai pihak dan diharapkan tahun ini kelembagaan CIO dapat terbentuk. Kepada para narasumber diminta untuk memberikan masukan dalam penyempurnaan modul CIO dan Budaya Dokumentasi ini.
Kepala Badan Litbang SDM, Bapak Aizirman Djusan dalam sambutannya mengatakan hasil evaluasi pelaksanaan Bimtek tahun 2011 menunjukkan bahwa upaya penyempurnaan modul sangat diperlukan agar sesuai dengan perkembangan kebutuhan SDM, tidak hanya menekankan dalam jumlah kepesertaan namun yang lebih penting kualitas yang dihasilkan dari bimtek ini. Proses seleksi peserta harus tepat sasaran yaitu Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), calon PPID dan Jabatan Fungsional Pranata Humas, Arsiparis dan Pranata Komputer. Diharapkan kegiatan ini dilakukan dengan serius, para narasumber yang hadir harus memberikan banyak masukan dalam penyempurnaan modul ini serta dibuatkan database alumni bimtek CIO dan Budok yang telah dilaksanakan tahun 2011.
Kegiatan FGD sendiri akan diawali dengan sidang pleno pembukaan yang akan membahas Pendahuluan dan Evaluasi Modul CIO disampaikan oleh Dr. Udi Rusadi, MS dan Modul Budaya Dokumentasi oleh Indriyatno Banyumurti dan dilakukan Review Standar Kompetensi CIO dan Kelembagaan Sertifikasi. Selanjutnya dilakukan diskusi penyempurnaan modul CIO dan Budaya Dokumentasi oleh para narasumber. Hasil dari kegiatan ini berupa Laporan Hasil Penyempurnaan Modul CIO dan Budaya Dokumentasi yang akan menjadi acuan dalam penyempurnaan modul yang sudah ada. (Litprof)
Program Beasiswa S2 Dalam Negeri CIO dan Ilmu Komunikasi Tahun 2012
Program Beasiswa S2 Dalam Negeri CIO dan Ilmu Komunikasi Tahun 2012
Beasiswa ini terbuka untuk seluruh PNS baik pusat maupun daerah.
Lembar Informasi mengenai Program Beasiswa S2 CIO dan Ilmu Komunikasi Kementerian Kominfo, serta Lembar Konfirmasi Kehadiran pada acara dimaksud dapat di download dalam link dibawah ini. Mohon kiranya Lembar Konfirmasi Kehadiran tersebut dapat disampaikan kembali ke Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, selambat-lambatnya tiga hari sebelum tanggal pelaksanaan di masing-masing kota, melalui Telepon/Fax No.(021)3842526 CP. Ibu Diah, atau melalui e-mail: timpengembangansdm@gmail.com. Keterangan lebih lanjut mengenai program beasiswa tersebut dapat menghubungi no.telp/fax dan e-mail diatas.
Tim Pengembangan SDM
download Lembar Konfirmasi
08 Feb 2012 oleh: Tim Pengembangan SDM
Program Beasiswa S2 Dalam Negeri CIO dan Ilmu Komunikasi Tahun 2012
Dalam rangka mewujudkan good governance sebagaimana diamanatkan dalam Inpres No.3/2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government, serta dalam rangka implementasi UU No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), diperlukan peran Government Chief Information Officer (GCIO) selaku eksekutif yang akan bertanggungjawab dalam perencanaan, penyelarasan, penyiapan, implementasi, dan evaluasi didalam penyelenggaraan teknologi informasi dan komunikasi pada instansi pemerintah. Selain dari segi teknis, pemerintah juga diharapkan untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada publik dari sisi konten informasi. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Untuk menyiapkan SDM GCIO dan PPID tersebut, Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak tahun 2007 telah mengembangkan Program Beasiswa S2 Magister Teknologi Informasi program Chief Information Officer (CIO) dan sejak tahun 2011 ditambah dengan Magister Ilmu Komunikasi dengan skema cost sharing bagi PNS yang bekerja di instansi pemerintah pusat maupun daerah dan memenuhi kriteria serta persyaratan yang ditentukan. Program ini dilaksanakan bekerjasama dengan UGM-Yogyakarta, ITB-Bandung, ITS-Surabaya, UI-Jakarta, dan UNP-Padang untuk Program Studi Chief Information Officer (CIO) serta UGM, UI dan UNAND-Padang untuk Program Studi Ilmu Komunikasi.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Kominfo bersama 6 (enam) universitas mitra Kominfo bermaksud akan melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Seleksi Calon Mahasiswa untuk Program Besiswa S2 CIO dan Ilmu Komunikasi di 3 kota, yaitu:
Dalam rangka mewujudkan good governance sebagaimana diamanatkan dalam Inpres No.3/2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-Government, serta dalam rangka implementasi UU No.14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), diperlukan peran Government Chief Information Officer (GCIO) selaku eksekutif yang akan bertanggungjawab dalam perencanaan, penyelarasan, penyiapan, implementasi, dan evaluasi didalam penyelenggaraan teknologi informasi dan komunikasi pada instansi pemerintah. Selain dari segi teknis, pemerintah juga diharapkan untuk meningkatkan pelayanan informasi kepada publik dari sisi konten informasi. Salah satu upaya yang dilakukan melalui pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Untuk menyiapkan SDM GCIO dan PPID tersebut, Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika sejak tahun 2007 telah mengembangkan Program Beasiswa S2 Magister Teknologi Informasi program Chief Information Officer (CIO) dan sejak tahun 2011 ditambah dengan Magister Ilmu Komunikasi dengan skema cost sharing bagi PNS yang bekerja di instansi pemerintah pusat maupun daerah dan memenuhi kriteria serta persyaratan yang ditentukan. Program ini dilaksanakan bekerjasama dengan UGM-Yogyakarta, ITB-Bandung, ITS-Surabaya, UI-Jakarta, dan UNP-Padang untuk Program Studi Chief Information Officer (CIO) serta UGM, UI dan UNAND-Padang untuk Program Studi Ilmu Komunikasi.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Kominfo bersama 6 (enam) universitas mitra Kominfo bermaksud akan melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Seleksi Calon Mahasiswa untuk Program Besiswa S2 CIO dan Ilmu Komunikasi di 3 kota, yaitu:
1. Solo, tanggal 28 Februari 2012
Tempat: Hotel Sahid Jaya, Jl. Gajahmada No. 82, Solo
Waktu: 09.00 – Selesai
2. Makassar, tanggal 13 Maret 2012
Tempat: Quality Plaza Hotel, Jl. Sombaopu, Makassar
Waktu: 09.00 – Selesai
3. Padang, tanggal 22 Maret 2012
Tempat: Hotel Pangeran Beach, Jl. H. Djuanda No. 79, Padang
Waktu: 09.00 – Selesai
Beasiswa ini terbuka untuk seluruh PNS baik pusat maupun daerah.
Lembar Informasi mengenai Program Beasiswa S2 CIO dan Ilmu Komunikasi Kementerian Kominfo, serta Lembar Konfirmasi Kehadiran pada acara dimaksud dapat di download dalam link dibawah ini. Mohon kiranya Lembar Konfirmasi Kehadiran tersebut dapat disampaikan kembali ke Badan Litbang SDM Kementerian Kominfo, selambat-lambatnya tiga hari sebelum tanggal pelaksanaan di masing-masing kota, melalui Telepon/Fax No.(021)3842526 CP. Ibu Diah, atau melalui e-mail: timpengembangansdm@gmail.com. Keterangan lebih lanjut mengenai program beasiswa tersebut dapat menghubungi no.telp/fax dan e-mail diatas.
Tim Pengembangan SDM
download Lembar Konfirmasi
PNS Kota Jayapura berpulang mengikuti pendidikan S2 dan S3 di Australia
Pagi ini sementara menunggu konfirmasi dari digilab, saya membuka browser firefox untuk membaca beberapa koran online di Papua (www.bintangpapua.com) nah pada kolom berita (Portnumbay) ada berita tentang PNS kota Jayapura diberikan kesempatan untuk kuliah s2 dan s3 di Australia. Berita ini cukup menarik buat saya pagi ini tetapi ada bagian yang menjadi perhatian "toefl" yang harus bernilai 500, nah loh inilah tantangannya. IPK 2,75 tapi toeflnya 500. Selamat bagi yang rekan-rekan bisa lolos semoga peningkatan SDM PNS di Papua khususnya di kota Jayapura dapat ditingkatkan lagi agar tidak ketinggalan dengan daerah lain. Good luck...
(http://bintangpapua.com/port-numbay/19629-pns-kota-diberi-kesempatan-kuliah-s2-dan-s3-ke-australia)
(http://bintangpapua.com/port-numbay/19629-pns-kota-diberi-kesempatan-kuliah-s2-dan-s3-ke-australia)
memaafkan diri sendiri
Barangkali kita merasa kadang-kadang berbuat sesuatu yg salah dan merasa sangat bersalah atas kejadian ini, dan seringkali muncul dalam diri kita adalah membenci diri kita sendiri, merasa sangat bodoh dan tidak pantas. Kadang2 sampai bisa menyiksa diri sendiri atau bisa2 bunuh diri. Cara apa yang paling tepat dilakukan saat kita menghadapi masalah seperti ini??? banyak solusi yang ditawarkan, yang paling mudah adalh butuh waktu untuk memaafkan diri sendiri.
Kesalahan yang tidak perlu terjadi
Mungkin anda pasti punya pengalaman yang menyenangkan ataupun menyedihkan bahkan memalukan. Itulah kondisi yang sering dialami dalam kehidupan sehari-hari bagi orang-orang yang ceroboh dan tidak mengontrol semua tindakan dan kelakuannya. Akibat emosi, akibat terburu-buru, akibat tidak harti-hati akibat keisengan dan lain sebagainya. Kondisi seperti ini mungkin ada yang membawa kearah yg lebih baik tetapi adanya juga yang berakhir kurang baik bahkan fatal. Inilah kondisi dimana kita harus introspeksi diri dan mawas diri dari segala bentuk kegiatan pribadi kita entah itu keisengan, coba2 dan nekat yang dapat merusakan nama baik, harga diri kita, dan masa depan kita. Jadikan hidup ini sebagai suatu tugas untuk melakukan hal2 yang baik dan terpuji sehingga hal2 yang asal2an, yang nekad2an serta iseng2 tidak mengganggu hidup kita. Tentunya dengan doa dan iman serta percaya kepada Tuhan maka semua itu pasti akan dilalukan dari hidup kita. Bila terjadi hal yang kurang baik, segeralah bereskan dan meminta maaf serta memulai sesuatu yang baru dengan hati yg bersih, damai dan percaya bahwa Tuhan selalu menyertai dan mengasihi kita..........
(sumber gambar : http://4.bp.blogspot.com/_KpMiKeOKoT4/TTgGiEUZBGI/AAAAAAAAAAg/DrjGXrvuD0E/s1600/air-mata-darah.jpg)
Otsus Tak Tunjang Investasi di Papua
JAYAPURA—Meski Otonomi Khusus (Otsus) telah digulirkan selama 10 tahun untuk akselerasi pembangunan di Tanah Papua khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, peningkatan ekonomi rakyat serta infrastruktur baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat, tapi ia justru tak menunjang peluang investasi di Papua.
Faktanya, walaupun Sumber Daya Alam (SDA) di Papua cukup menggiurkan, tapi justru kalangan pemilik modal acapkali mengeluhkan tentang peluang investasi di Papua sekaligus enggan datang ke Papua.
Demikian disampaikan Ketua DPD Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Papua Drs John Kabey ketika menyampaikan makalah pada Seminar Otonomi Khusus dan Prospek Ekonomi Papua yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Reformasi Papua di Hotel Aston, Jayapura, Jumat (9/12). Tokoh Senior Golongan Karya Irian Barat di era 1970-an ini mengemukakan sejumlah alasan. Pertama, Papua jauh, 7 jam terbang sama dengan Jakarta Tokyo atau Jakarta— Seoul, biaya transportasi mahal, fasilitas bandara masih minim, fasilitas dihotel-hotel pun belum memadai.
Kedua, infrastruktur. Jalan dan jembatan, pelabuhan, listrik, air bersih masih jauh tertinggal, belum dapat mendukung sebuah investasi. Investasi menjadi mahal. Juga suplai logistik tak lancar dan interconnektivity masih susah. Investasi di Papua menjadi investasi dengan biaya tinggi. Keempat, pelayanan perizinan masih sangat lambat dan belum profesional dan harus mengeluarkan biaya tinggi. Regulasi daerah belum dapat diandalkan.
Rakyatnya suka aneh-aneh (palang memalang, hak ulayat, mau merdeka, tolak Otsus, tembak menembak dengan cara hit and run, tuntut ganti rugi diluar batas kewajaran dan lain lain. Dikisahkannya, DR Barnabas Suebu SH, mantan Gubernur Provinsi Papua periode 5 tahun terakhir, punya mimpi. Dalam mimpi itu dia melihat Papua Baru, Papua dimana rakyatnya hidup makmur diatas tanah yang kaya raya, pantai, laut, hutan, gunung, tanah yang luas, sungai dan danau, keaneka ragaman flora dan fauna, seni budaya.
Kata dia, semuanya merupakan kekayaan potensial. Rakyatnya berasal dari berbagai suku bangsa yang datang dan menetap di bumi Papua, mereka hidup rukun dan damai, taat hukum dan menghormati pemerintahnya dan menghormati penduduk asli Pulau ini. Tidak ada alasan untuk hidup miskin seperti sekarang ini. Solusinya bukan menangisi nasib yang miskin itu. Ini adalah sebuah mimpi dan mimpi ini adalah visinya, visi tentang pembangunan ekonomi di Papua. Solusinya adalah membangun, untuk itu harus kerja keras, juga berpikir keras. Think Big, Start Small and Do It Now.
Karena itu, lanjutnya, kita dengar pada awal masa jabatannya pak Bas bicara tentang “Red Carpet for Investors”, pelayanan terpadu satu atap (One Stop Service), Nomor telepon untuk pengaduan, tidak boleh ada meminta dan memberi suap, kotak pengaduan, batas waktu untuk mengurus tiap-tiap tahap perizinan. Dalam kenyataannya semua ini belum sepenuhnya dilaksanakan secara sungguh sungguh.
Menurutnya, ada dua sasaran yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi di Papua, yaitu apa yang menjadi visi mantan Gubernur tadi. Apa yang harus dicapai oleh Otsus. Ada banyak cara untuk melaksanakan pembangunan ekonomi, salah satu adalah melalui investasi swasta. Pemerintah sendiri melalui APBD maupun APBN, bahkan dana Otsus tak cukup untuk menggerakkan pembangunan ekonomi. Karena itu, diperlukan modal swasta dalam bentuk investasi. Investasi dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi membawa pula kesempatan kerja, kesempatan memperoleh penghasilan, kesempatan usaha dan lain lain sampai bermuara pada kemakmuran.
Karena itu, urainya, pihaknya menyarankan, pemerintah daerah sebaiknya membuat suatu masterplan pembangunan ekonomi Papua dan sebuah Perdasus tentang capaian pembangunan ekonomi orang asli Papua sebagai tujuan pelaksanaan Otsus di bidang ekonomi. Termasuk membuat suatu kebijakan investasi yang diatur dalam Perdasus, dan betul-betul realistis dan dapat dilakasanakan.
Pemda sebaiknya memberi sejumlah kemudahan dan itu betul-betul dilaksanakan, dalam hal perizinan, dalam mempertemukan investor dengan masyarakat adat dan insentif fiskal. Hal ini sebaiknya diatur dalam Perda.
Pemerintah Daerah juga diharapkan membangun infrastruktur yang mendukung investasi di Kota Jayapura, Kabupaten Keeromserta Kabupaten Jayapura).
MRP sebagai lembaga perwakilan kultural orang asli Papua, jelas dia, harus turut memikirkan kemajuan ekonomi, tidak hanya bicara politik. MRP sebaiknya menyelenggarakan musyawarah adat dan mengambil sikap terhadap hak ulayat dan pembangunan ekonomi, termasuk Rencana Strategi Pembangunan Kampung (RESPEK). “Seluruh Rakyat Papua diminta hentikan kekerasan dan pelihara suasana damai. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi segera melakukan pemekaran Provinsi menjadi 4 provinsi,” imbuhnya.(mdc/don/l03)
Sumber
Faktanya, walaupun Sumber Daya Alam (SDA) di Papua cukup menggiurkan, tapi justru kalangan pemilik modal acapkali mengeluhkan tentang peluang investasi di Papua sekaligus enggan datang ke Papua.
Demikian disampaikan Ketua DPD Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Papua Drs John Kabey ketika menyampaikan makalah pada Seminar Otonomi Khusus dan Prospek Ekonomi Papua yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Reformasi Papua di Hotel Aston, Jayapura, Jumat (9/12). Tokoh Senior Golongan Karya Irian Barat di era 1970-an ini mengemukakan sejumlah alasan. Pertama, Papua jauh, 7 jam terbang sama dengan Jakarta Tokyo atau Jakarta— Seoul, biaya transportasi mahal, fasilitas bandara masih minim, fasilitas dihotel-hotel pun belum memadai.
Kedua, infrastruktur. Jalan dan jembatan, pelabuhan, listrik, air bersih masih jauh tertinggal, belum dapat mendukung sebuah investasi. Investasi menjadi mahal. Juga suplai logistik tak lancar dan interconnektivity masih susah. Investasi di Papua menjadi investasi dengan biaya tinggi. Keempat, pelayanan perizinan masih sangat lambat dan belum profesional dan harus mengeluarkan biaya tinggi. Regulasi daerah belum dapat diandalkan.
Rakyatnya suka aneh-aneh (palang memalang, hak ulayat, mau merdeka, tolak Otsus, tembak menembak dengan cara hit and run, tuntut ganti rugi diluar batas kewajaran dan lain lain. Dikisahkannya, DR Barnabas Suebu SH, mantan Gubernur Provinsi Papua periode 5 tahun terakhir, punya mimpi. Dalam mimpi itu dia melihat Papua Baru, Papua dimana rakyatnya hidup makmur diatas tanah yang kaya raya, pantai, laut, hutan, gunung, tanah yang luas, sungai dan danau, keaneka ragaman flora dan fauna, seni budaya.
Kata dia, semuanya merupakan kekayaan potensial. Rakyatnya berasal dari berbagai suku bangsa yang datang dan menetap di bumi Papua, mereka hidup rukun dan damai, taat hukum dan menghormati pemerintahnya dan menghormati penduduk asli Pulau ini. Tidak ada alasan untuk hidup miskin seperti sekarang ini. Solusinya bukan menangisi nasib yang miskin itu. Ini adalah sebuah mimpi dan mimpi ini adalah visinya, visi tentang pembangunan ekonomi di Papua. Solusinya adalah membangun, untuk itu harus kerja keras, juga berpikir keras. Think Big, Start Small and Do It Now.
Karena itu, lanjutnya, kita dengar pada awal masa jabatannya pak Bas bicara tentang “Red Carpet for Investors”, pelayanan terpadu satu atap (One Stop Service), Nomor telepon untuk pengaduan, tidak boleh ada meminta dan memberi suap, kotak pengaduan, batas waktu untuk mengurus tiap-tiap tahap perizinan. Dalam kenyataannya semua ini belum sepenuhnya dilaksanakan secara sungguh sungguh.
Menurutnya, ada dua sasaran yang harus dicapai dalam pembangunan ekonomi di Papua, yaitu apa yang menjadi visi mantan Gubernur tadi. Apa yang harus dicapai oleh Otsus. Ada banyak cara untuk melaksanakan pembangunan ekonomi, salah satu adalah melalui investasi swasta. Pemerintah sendiri melalui APBD maupun APBN, bahkan dana Otsus tak cukup untuk menggerakkan pembangunan ekonomi. Karena itu, diperlukan modal swasta dalam bentuk investasi. Investasi dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi membawa pula kesempatan kerja, kesempatan memperoleh penghasilan, kesempatan usaha dan lain lain sampai bermuara pada kemakmuran.
Karena itu, urainya, pihaknya menyarankan, pemerintah daerah sebaiknya membuat suatu masterplan pembangunan ekonomi Papua dan sebuah Perdasus tentang capaian pembangunan ekonomi orang asli Papua sebagai tujuan pelaksanaan Otsus di bidang ekonomi. Termasuk membuat suatu kebijakan investasi yang diatur dalam Perdasus, dan betul-betul realistis dan dapat dilakasanakan.
Pemda sebaiknya memberi sejumlah kemudahan dan itu betul-betul dilaksanakan, dalam hal perizinan, dalam mempertemukan investor dengan masyarakat adat dan insentif fiskal. Hal ini sebaiknya diatur dalam Perda.
Pemerintah Daerah juga diharapkan membangun infrastruktur yang mendukung investasi di Kota Jayapura, Kabupaten Keeromserta Kabupaten Jayapura).
MRP sebagai lembaga perwakilan kultural orang asli Papua, jelas dia, harus turut memikirkan kemajuan ekonomi, tidak hanya bicara politik. MRP sebaiknya menyelenggarakan musyawarah adat dan mengambil sikap terhadap hak ulayat dan pembangunan ekonomi, termasuk Rencana Strategi Pembangunan Kampung (RESPEK). “Seluruh Rakyat Papua diminta hentikan kekerasan dan pelihara suasana damai. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi segera melakukan pemekaran Provinsi menjadi 4 provinsi,” imbuhnya.(mdc/don/l03)
Sumber




